Abyan Mengidap Penyaki Langka, 1 banding 300rb jiwa Kondisnya Semakin Lemah, YUK BANTU !

Abyan Mengidap Penyaki Langka, 1 banding 300rb jiwa Kondisnya Semakin Lemah, YUK BANTU !

Pada saat Abyan berumur 21 Hari. Dan Malam hari pukul 01:15 Wib Abyan terbangun dari tidurnya karena pipis, lalu kami pun mengganti popok nya dan seperti biasa agar adek tidur kembali diberi ASI.


Lebih dari setengah jam Abyan belum tidur dan terus minum ASI, sampai dia pipis kembali. Lalu kami pun mengganti popok kembali tetapi dia sambil menangis, setelah selesai ganti popok dia pun minum ASI kembali dan tidak mau udah, jika dilepas nangis, begitu seterusnya sampai jam 05:00 Wib.

Dan kami pun curiga pada hal tersebut, selesai sholat subuh kami langsung membawa ke klinik Harapan Bunda khusus anak, dan diperiksa demamnya 39, setelah itu diberi obat demam saat itu juga, dokternya bilang tidak apa2 hanya demam biasa, boleh langsung dibawa pulang katanya, nanti setelah 6 jam dari sekarang diminumkan obat kembali.

Kami pun pulang dan Abyan tetap saja rewel dan nangis jika minum ASI baru diam dan begitu seterusnya sampai gak ada istirahatnya hingga jam 12:00 WIB dan waktunya minum obat yang kedua kalinya.

Setelah minum obat yang kedua Abyan tidak mau ASI lagi dan kami coba kasih kompeng pun dia tidak mau, bahkan tambah rewel dan tidak ada istirahatnya. Hingga jam 15:30 begitu saja dan saya semakin kawatir, sehabis sholat ashar kami pun langsung membawanya ke RS Syafira.

Tiba di RS Syafira langsung masuk ke IGD dan diperiksa demamnya menjadi 40, lalu dokter meminta izin ambil darah untuk dicek ke Labor, dan kami setuju. Dokter pun minta agar Abyan dironsen untuk melihat Paru Parunya, dan kami setuju.

Menunggu hasil tersebut dokter pun izin agar pasang infus, demi kebaikannya kami pun setuju. Setelah kurang lebih 2 jam, hasil darahnya keluar. Disitu terbaca bahwasanya kadar gula dalam darah Abyan sangat tinggi diangka 1367 sementara normalnya hanya 100 s/d 150.

Dokter pun minta persetujuan agar mengontrol dan untuk menurunkan gula darahnya akan diberi obat melalui infus yg dosisnya cukup tinggi, nama obatnya bignat atau disebut melon.

Obat tersebut jika masuk malaului infus bisa menimbulkan kulit melepuh seperti luka bakar. Tetapi tidak semua kasus seperti itu katanya, maka kami diberi surat pernyataan untuk menyetujuinya.

4 jam pertama kadar gulanya turun diangka 1100, dan 4 jam kedua turun menjadi 900, selanjutnya hingga pagi hari turun hingga diangka 200san.

Kamipun diberi penjelasan dari dokter, bahwa penyakit Abyan ini disebut diabetes tipe 1 yg kasusnya sangat langka, 1 banding 300 ribu jiwa. Penyakit tersebut bisa permanen/selamanya atau bisa juga disembuhkan, tetapi tidak bisa dipastikan.

Penyebabnya adalah pankreasnya tidak bekerja secara maksimal, dan hanya menghasilkan 0,1 insulin sendiri, sementara yg dibutuhkan tubuh min. 0,9 maka dari itu dia harus diberi insulin tambahan setiap waktu yg ditentukan.

Siang hari Abyan dipindah keruangan NICU agar dirawat secara intensif, karena kondisinya sangat kritis kata dokter spesialis anaknya. Selama 14 hari adek dirawat di NICU dan kondisinya sangat tidak stabil.

Kadar gula darah atau yg disebut GDS tersebut kapan saja bisa naik, dan kapan saja bisa turun. Jika masih diangka 500 kebawah, maka pengecekan dilakukan per 3 jam sekali. Tetapi jika diatas 500 maka perjam dicek.

Biasanya dipagi hari jam 06:00 WIB GDS nya turun terkadang mencapai angka 38, tetapi bisa naik drastis diangka 500an pada pengecekan jam 09:00 WIB. Maka dari itu, obat yg masuk pun dosisnya tidak bisa stabil dan akan disesuaikan dengan GDS nya.

Selama 14 hari dirawat, sudah banyak observasi yg dilakukan, dan banyak juga kesimpulan yang dinyatakan. Hingga akhirnya dokter tersebut menyarankan rujuk ke RS M. Djamil Padang, dikarenakan dokter khusus penyakit endokrin hanya ada di Padang, Medan, dan Jakarta. Jadi jarak terdekat dari Pekanbaru yaitu Padang.

Kenapa Padang, karena Abyan berangkat harus tetap menggunakan infus dan didampingi perawat dengan obat2an yang lengkap didalamnya agar dapat selelu terkontrol. Kamipun berangkat dengan ambulan pada tanggal 26 Feb 2019.

Di Padang langsung masuk ke IGD dan langsung dirawat, dan dokternya juga merasa heran karena penyakit langka ini. Setelah 1 hari Abyan dipindahkan diruangan khusus anak.

Berbagai obat pun masuk ke tubuhnya, bahkan jika GDS nya sedang diatas 600 siadek harus puasa. Pernah juga puasa hingga 3 hari gak boleh mengkonsumsi apapun, dan hanya mengharapkan cairan dari infus.

Darah pun setiap hari diambil guna untuk melihat perkembangannya, pipis ditampung untuk melihat kadar dan volumenya. Setiap yang masuk ketubuh akan di catat dan setiap yang keluar seperti pipisnya, bab nya darah nya selalu di catat untuk pemeriksaan. Setelah 2 bulan dipadang melihat kondisi Abyan sudah bisa dikontrol dan kami pun sudah bisa kembali ke pekanbaru.

Dipekanbaru perawatan pun terus berjalan, dirumah harus bisa cek sendiri dan orang tua harus bisa memberi obat melalui suntik sendiri.  Semenjak April 2019 s/d Juli 2019 Abyan dirumah dan selama itu pun dia harus bolak balik dibawa ke Rs. Syafira untuk pemeriksaan pada saat kondiri sedang ngedrop maupun pada saat kontrol. Dalam 2 bulan lebih dari 10 kali dia harus dibawa ke Rumah sakit.

Dibulan Agustus tepatnya tanggal 16 Agustus 2019 Abyan kembali lagi kami bawa ke RS. Prof. M. Djamil Padang untuk memenuhi jadwal kontrol. Pada saat itu dilakukan kontrol, pengambilan sampel darah kembali untuk dibawa ke labor, lalu ke anastesi untuk dilanjutkan pemeriksaan CT SCAN organ dalam. Selain itu juga Abyan beserta keluarga harus diambil sampel darahnya untuk dibawa ke Jakarta lalu diteruskan ke inggris guna mengetahui jenis penyakitnya dan hingga saat ini masih menunggu hasil dari inggris yang kurang lebih 2 s/d 4 bulan baru dapat diketahui hasilnya.

Tanggal 23 September 2019 Abyan dibawa pulang kembali ke pekanbaru dan harus kembali lagi kepadang tanggal 13 Oktober 2019untuk kontrol dan perawatan lainnya. Sementara harus mondar mandir ke rumah sakit dan untuk membeli obat obatan rutin pun kami sudah tidak mampu. Yang sejak Abyan dirawat hingga saat ini obat obatan tersebut harus kami beli sendiri karena tidak ditanggung BPJS.

Maka dari itu kami sangat mengharapkan bantuan dana kepada Bapak/i, sdr/i dan temen temen beserta keluarga guna untuk biaya pengobatan abyan yang selama ini kami beli sendiri karena tidak ditanggung BPJS seperti:

ACCU CHECK INSTANT    Rp,   288,000,-/3hari
INSULIN FLEX PEND     Rp,   215,000,-/3hari
JARUM SPUIT 1CC   Rp,     95,000,-/3hari
JARUM BOLD LANCET Rp,     15,000,-/3hari
ALKOHOL SWAB – SENSI  Rp,     15,000,-/3hari
TOTAL       Rp,   628,000,-/3hari
TOTAL BIAYA OBAT       Rp, 6,280,000,-/BULAN
DITAMBAH BIAYA YANG AKAN DIKELUARKAN UNTUK RUMAH SAKIT PADA SAAT KONTROL MAUPUN TINDAKAN MEDIS LAINYA

BIAYA MADES DIPERKIRAKAN  Rp, 95,000,000,-
Harga Obat obatan tersebut tidaklah murah dan digunakan setiap hari. Belum lagi harus kontrol kerumah sakit baik itu di pekanbaru maupun di rumah sakit padang, maka membutuhkan banyak biaya.

Semoga tuhan memberi jalan terbaik bagi siadek dan keluarga.

aamiin...

Hasil pemeriksaan darah adek yang diperiksakan ke inggris sudah keluar, dan alhamdulillah tahap pertama menyatakan semua normal, menurut dokter Rs Prof. M. Djamil padang yang merawat dan menangani adek mati kita semangat dan banyak berdoa Kepada tuhan agar hasil tahap kedua dan ketiga juga Memberikan hasil yang positif dan baik baik juga.

Aamiin...

Rabu, 29 Januari 2020.

Sudah sebulan ini Syawqi selalu tinggi Gdr nya, demamnya nya pun selalu tinggi, kami berharap Kepada ALLAH agar secepatnya diberi kesembuhan dan akan selalu sehat. Karena sudah banyak sekali suntikan pada dirinya dan selalu tidak tega kalau selalu melakukan hal seperti itu.

Rabu, 04 Maret 2020.

Sumber : Kitabisa. Jika anda mau berdonasi pada adik kita ini silahkan langsung Klik : DI SINI