Pentingkah Menghafal Teks Pancasila?

Pentingkah Menghafal Teks Pancasila?

Grand Final ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2020 ramai diperbincangkan karena finalis Puteri Indonesia dari Sumatera Barat Kalista Iskandar tidak berhasil melafalkan Pancasila dengan benar. Dia pun memberi klarifikasi.
Klarifikasi itu disampaikan Kalista lewat akun Instagram-nya @kalistaiskandar seperti dilihat detikcom Sabtu (7/3/2020). Dia memberi penjelasan dalam bahasa Inggris lewat fitur Instastory.

"The biggest thing to take from tonight is that it's okay to be nervous as long as you continue to hold your head up high and stay proud of you are 
(Pelajaran terbesar yang dapat diambil dari malam ini adalah tidak apa-apa untuk gugup selama kamu terus mengangkat kepalamu dan tetap bangga pada dirimu," tulisnya.




Namun pertanyaannya penting tidak sebenarnya menghafal pancasila? 


Secara teori sebenarnyasih apalah artinya penghafalan, kalau tidak di aplikasikan? Sama seperti menghafal Al Qur'an, apalah artinya penghafal Al Quran jika juga tidak di aplikasikan?

Namun persoalannya bukan soal aplikasi, persoalannya seberapa penting Pancasila di hafal.

Mungkin sebagian kita akan mengatakan, bisa jadi banyak pejabat juga yang tak hafal pancasila. Atau kita ingin katakan bahwa, menghafal pancasila itu mudah saja bukan perkerjaan yang sulit, namun jika hafalan itu masuk dalam ajang kompetisi itu hasilnya bisa berbeda. Terpeleset salah satu kata juga memungkinkan. Dan inilah yang dipakai oleh sebagian kalangan untuk membela putri Indonesia asal Sumatera Barat tersebut.

Namun apa daya, nitizen menilai karena dia Puteri Indonesia, dia tidak boleh salah. Brain, beauty, & behavior harus sempurna. Apalagi itu disiarkan langsung live disalah satu stasiun TV. Akhirnya, Kalista harus menelan malu karena ramai di bully.

***

Terakhir, aku mau bilang bahwa, bisa jadi ini memang pelajaran buat Kalista kalau tidak disebut sebuah kesialan. Mengingat kata Pancasila memang sangat sakral di negeri ini. Walau kesakralan itu sebenarnya hanya di rasakan oleh segelintir orang saja - mengingat aplikasi pancasila yang masih absurd dan tidak ada percontohan yang layak disebut orang yang paling pancasilais.

Diksi Pancasila kini memang menjadi senjata perlawanan elit politik yang ingin menjatuhkan lawan politiknya. Entah apa sebab, kok makin ke kini rasanya Pancasila sudah kehilangan arah, atau memang sejak dasarnya berdiri juga tanpa arah..

Ah sudahlah, makin bingungkan kalian ketika berbicara soal Pancasila, karena memeng salah satu kendalanya adalah Pancasila itu minus percontohan. Wajarlah kita yg awam ini meresa ga mereasa faham soal Pancasila dan atau tidak mau faham soal Pancasila...

Bang Bara