Yuk Ngaji Sobat !

Oleh : Tommy Abdillah
Kalimat seruan "Yuk ngaji" pernah menjadi trending topic di media sosial twitter. Sebuah ide yang smart untuk berdakwah dengan memanfaatkan instrument teknologi informasi. Yuk ngaji adalah kalimat yang sederhana tetapi terkandung makna luar biasa untuk menyerukan kebajikan mengkaji dan memahami ajaran Islam.

Ilmu adalah pelita kehidupan dan dasar untuk beramal ibadah. Ilmu itu harus diprioritaskan dari pada amal karena ilmu merupakan petunjuk dan pemberi arah amal yang akan dilakukan. Ilmu pengetahuan mampu membedakan antara yang haq dan bathil.

Imam Hasan Al-bashri rahimahullahu mengatakan, orang yang beramal tapi tidak disertai dengan ilmu pengetahuan tentang hal itu bagaikan orang yang melangkahkan kaki tapi tidak meniti jalan yang benar. Ilmu agama yang paling mendasar adalah ma'rifat atau mengenal Allah dan mentauhidkannya. Kemudian memahami  ilmu ibadah, mu’amalah, siyasah, uqubat dan akhlaq.

Saat ini sarana dan media untuk mencari  ilmu terbuka lebar selanjutnya adalah kemauan diri untuk memotivasinya. Hadirilah halqah-halqah atau majelis-majelis ta'lim, dengarkanlah radio dakwah, bacalah buku-buku agama karya ulama terdahulu yang mu'tabar, mintalah nasehat dari orang-orang yang soleh dan berdoalah kepada Allah untuk diberikan ilmu yang bermanfaat bukan ilmu yang sia-sia. Allahumma jidna ‘ilma warjuqna fahma. Aamiin ya Allah..

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya kepada para pencari ilmu sebagai keridhoan apa yang ia perbuat.
Dan sesungguhnya penghuni langit dan bumi sampai ikan-ikan dilaut pun akan memintakan ampun bagi seorang yang berilmu.

Dan keutamaan seseorang yang berilmu dibandingkan ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan purnama dibandingkan semua bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham akan tetapi mewariskan ilmu maka barang siapa yang mengambilnya berarti ia telah mendapatkan bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Wallahu a’lam
Baca Juga