Hakikat Rahmadhan Itu ...



Oleh: Nur Fitriyah Asri
(Member Akademi Menulis Kreatif)


Vivisualiterasi.com-Ramadan tahun 1441 H, berbeda dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Ramadan tahun ini, dalam pusaran virus Corona. Pemerintah melarang salat berjamaah di masjid, tarawih, maupun salat Idul Fitri. Hal ini untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Namun demikian, umat Islam sedunia dan khususnya di Indonesia tetap meyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh sukacita. Bulan agung nan mulia yang senantiasa dirindukan kedatangannya dan disayangkan kepergiannya.

Bulan Ramadan, bulan yang mempunyai banyak nama. Dengan mengetahui arti atau maknanya, maka kita akan tahu hakikat dari bulan Ramadan. Di antaranya adalah:

1. Syahrush Shiyam (Bulan Puasa)

Asy Shiyam (sauma/puasa) artinya menahan sesuatu (makan, minum, bersenggama di siang hari) dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari.

Semua anggota tubuh harus dipuasakan dari segala bentuk dosa dan kemaksiatan. Dilarang berkata keji (mengumpat), berbohong, berdusta, menggibah dan sumpah palsu.

Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan keji, maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja." Artinya tidak berpahala.

2. Syahrul Ramadan (Bulan Membakar).

Dari kata ramdha, yarmadu (panas terik/membakar). Artinya bulan Ramadan adalah bulan membakar dan melebur segala dosa orang-orang yang berpuasa.

Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa berpuasa atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosa yang telah lalu diampuni." (HR Bukhari-Muslim)

3. Syahrur Rahmah (Bulan Rahmat).

Artinya Allah melimpahkan rahmat-Nya (sayang-Nya) pada kita melebihi bulan-bulan lain. Antara lain wujudnya:

a. Dibanggakan kepada Malaikat.
b. Dosa-dosa diampuni (pintu neraka ditutup).
c. Doa-doa dikabulkan (pintu surga dibuka)
d. Pahala dilipatgandakan. Ibadah sunah pahalanya seperti ibadah wajib. Adapun ibadah wajib pahalanya dilipatkan 70 kali.

4. Syahrul Ibadah (Bulan Ibadah)

Artinya aktivitas ibadah baik kualitas maupun kuantitas meningkat. Hal ini disebabkan karena  hanya ada ibadah-ibadah tertentu saja yang ada di bulan Ramadan yakni salat tarawih, Lailatul Qadar dan zakat fitrah. Di samping itu pahalanya dilipatgandakan.

a. Salat Tarawih
Merupakan ibadah sunah yang hukumnya sunah muakad. Salat tarawih termasuk qiyamul lail atau salat malam, yang dilaksanakan setelah salat Isya', tapi hanya dilakukan pada bulan Ramadan. Pelaksanaannya bisa dilakukan sendiri maupun berjamaah.

b. Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang dikabarkan Allah Swt. sebagai malam kemuliaan. Yang mana nilai keberkahan malam itu lebih baik daripada seribu bulan (sekitar 83 tahun).

Datangnya Lailatul Qadar setiap tahunnya adalah rahasia Allah. Namun, terdapat beberapa petunjuk, yang menyiratkan bahwa malam ini terjadi pada sekitar sepuluh hari terakhir Ramadan. Riwayat pertama, datang dari Aisyah, yang menyebut Rasulullah bersabda, "Carilah Lailatul Qadar pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari)

c. Zakat Fitrah
Wajib bagi setiap orang Islam laki-laki/perempuan, besar kecil, merdeka atau hamba pada bulan Ramadan hingga menjelang salat Idul Fitri sebanyak satu sa' (3,1 liter) kurma atau beras.

5. Syahrul Qur'an (Bulan Al-Qur'an)

Bulan Ramadan disebut juga dengan Bulan Al-Qur'an. Sebagaimana firman Allah:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ …..

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil) ....
(Q.S. al-Baqarah [2]: 185).

Di bulan Ramadan Rasulullah selalu melakukan tadarus Al-Qur'an bersama malaikat Jibril. Hal itu dilakukan untuk memberi suri teladan agar umatnya mau berinteraksi dengan Al-Qur'an. Dengan membaca, kemudian dipahami maknanya, menghafalkan, mengamalkan terus mendakwahkannya. Di samping itu, keutamaan membaca Al-Qur'an akan memberikan syafaat di hari akhir kelak.

Jadi puasa Ramadan memang istimewa dan berbeda dengan bulan-bulan yang lain. Sungguh merugi orang muslim yang menjumpai Ramadan tapi tidak mendapatkan kebaikan-kebaikannya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan bahwa pernah datang malaikat Jibril kepada Rasulullah saw. dan berkata di antaranya: "Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup pada bulan Ramadan tetapi tidak sampai terampuni dosanya." Rasulullah mengucapkan "aamiin." Karena itu jangan sampai Ramadan lewat tapi kita tidak mendapatkan apa-apa.

Setiap mukmin tentu berharap untuk sukses di bulan Ramadan. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan sekaligus ampunan dosa. Dan sesungguhnya target dan hakikat dari puasa Ramadan adalah takwa, sebagaimana firman Allah (Q.S. al-Baqarah [2]: 183)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Hakikat puasa Ramadan adalah untuk meraih derajat "takwa" yaitu melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah.

Menaati perintah dan larangan Allah harus selalu diwujudkan setiap saat, kapan pun, di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Takwa harus terwujud baik dalam Ramadan, maupun di luar Ramadan.

Takwa juga harus terwujud pada seluruh bidang kehidupan. Kita tidak boleh memilah dan memilih aturan sesuai dengan keinginan kita. Seorang muslim harus terikat dengan hukum Islam. Itulah hakikat dari takwa yang sesungguhnya.

Karena Islam tidak hanya mengatur akidah dan ibadah saja. Tapi juga mengatur tentang makanan, minuman, pakaian, dan akhlak. Serta mengatur hubungannya sesama manusia, yaitu hukum ekonomi, pendidikan, pemerintahan, sosial budaya, politik dalam dan luar negeri, peradilan dan lainnya.

Itulah yang disebut Islam kafah, wajib hukumnya setiap muslim, keluarga, masyarakat dan negara menerapkannya. Sebagaimana firman Allah Swt:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ


"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.  Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S. al-Baqarah [2]: 208)

Semoga puasa kita meraih derajat takwa, implementasinya tunduk patuh pada syariat Allah. Dan semoga Corona segera dienyahkan Allah dari muka bumi. Sehingga rahmat yang akan menyelimuti, aamiin.

Wallahu a'lam bish shawab.[sumber]
Baca Juga