5 Resiko Orang Tua Jika Anaknya Homeschooling



Halo sobat, bagaimana kabar kalian semuanya... semoga dalam keadaan sehat wal afiat ya. Maaf lama tidak menulis. ya biasalah, karena beberapa waktu lalu laptop rusak tidak bisa diperbaiki dan akhirnya mati dan kemudian saja jual... 

Sobat sekalian, saya kali ini akan bahas yang paling banyak diperbincangkan oleh orang tua di musim pandemi ini.Yakni, Homeschooling.

Ditengah wabah seperti sekarang ini, pembahasa Homeschooling menjadi perhatian khusus dan lebih serius. Baiklah terlepas karena wabah, dahulu, saat orang memilih homeschooling itu karena Homeschooling itu dianggab sistem pendidikan alternatif ditengan kekecewaan orang tua pada sistem pendidikan di sekolah. Dimana kita ketahui, sistem pendidikan yang ada disekolah selalu berganti ganti tanpa tujuan yang jelas. Semakin ke sini semakin sekuler dan hedonis. Ditambah lagi diakui banyaknya kemampuan guru relatif tidak mampuni dalam mendidik anak anak, menjadikan banyak orang tua enggan untuk menyekolahkan lagi anaknya. Akhirnya mereka memilih untuk menyekolahkan anaknya di rumah. Atau sering kita sebut Homeschooling.

Tapi, tahukah kalian melakukan program homeshooling sendiri bukan perkara yang mudah. Ada banyak tantangan dan resiko yang harus di hadapi orang tua jika memilih anaknya untuk homeshooling.



Berikut beberapa tantangan dan resiko versi Miss Ayu Safitri Konsultas Homeschooling yang coba saya kumpulkan,

1. Orang tua harus siap sedia untuk senang belajar

Dalam Homeschooling andalah guru andalah pembimbing anak anak anda. Jika anda menyekolahkan anak, maka anda hanya cukup mengantarkan anak sampai depan pintu gerbang sekolah, karena disekolah ada guru ada kepala sekolah dan staf yang siap mendidik anak anak anda. Namun, jika anaka anda homeschooling semua itu akan dibebankan pada anda. Andalah guru, andalah staf sekolah, andalah kepala sekolah andalah semuanya. Seperti diketahui bahwa dalam homeschooling itu ada Parenting dan Akademik - Oleh karena itu, anda harus siap belajar terus untuk mengasah ilmu dan kemampuan anda di bidang parenting dan akademik.

2. Orang tua harus siap waktu yang berkualitas

Seperti yang dijelaskan diatas, kalau anda adalah pembimbing utama anak anak anda, maka tentu saja anda harus luangkan waktu untuk mereka. Jika anda bekerja satu harian di luar sana, kepada siapa anak anak anda belajar? apalagi jika anak anak anda masih dalam usia dini. Mereka butuh perhatian butuh bimbingan dan kebersamaan yang berkualitas bersama mereka. Berbeda jika anak anda sudah usia remaja SMP atau SMA. Mereka sudah bisa belajar sendiri mencari dan berkreatifitas sendiri.

3. Orang tua harus update informasi dalam dunia pendidikan

Karena dalam homeschooling kita tau bahwa ada banyak cara untuk anak anda mendapatkan ijazah. Dari sanalah anda harus aktif mencari informasi informasi terbaru agar anak anda bisa mendapatkan ijazah sebagai syarat mereka jika ke depan di jenjang lebih tinggi untuk menyambung ke universitas misalnya.

4. Siap dengan pertanyaan dan olokan dari orang orang di sekitar anda

Walau sudah banyak,  namun kita tau bahwa homeschooling itu belum familiar di tengah tengah masyarakat kita. Anda harus siap siap dapat berbagai pertanyaan soal homeschooling dari lingkungan anda. Misalnya, mereka akan mempertanyakan " Hey.. anak kamu kamu diamkan saja di rumah, bagaimana sosialisasi mereka?" bagaimana dengan masa depan mereka?, apakah kamu siap jadi guru padahal kamu hanya seorang dokter atau buruh bangunan?" itulah kira kira pertanyaan yang biasa anda akan dapatkan jika anda memilih anak untuk homeschooling.

5. Anda akan menjadi perintis


Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa Homeschooling itu belum familiar di masyarakat Indonesia. berbeda dengan di luar negeri. Konsekuensinya, maka inprastruktur pendidikan hanya banyak diberikan untuk anak anak yang sekolah bukan untuk anak anak homeschooling.

Karena itu andalah perintis semua hal untuk anak anak anda. Maksudnya seperti ini. Misalkan, anak anda mau masuk kuliah universitas universitas akan memberikan beasiswanya pada anak anak yang sekolah bukan anak anda yang homeschooling. Jika di sekolah kan mereka akan dapat informasi dari guru BK soal informasi Universitas itu, tidak bagi anak anda yang homeschooling. Atau soal soal perpustakaan, infrastruktur perpustakaan juga hanya diberikan untuk anak anak yang sekolah.  Jika anda putuskan untuk anak anda homeschooling maka andalah yang menjadi pilar utama agar anak anda bisa mendapatkan ilmu ilmu tambahan dari buku buku.

Atau contohnya yang terakhir, adalah lomba dan kompetisi. Biasanya hanya sekolah yang melaksanakan kompetisi dan lomba. Dan bagi penyelenggara juga demikian, hanya memasukkan anak anak yang sekolah untuk menjadi peserta lomba bukan anak anak homeschooling.


terakhir, apakah anda siap dengan resiko resiko ini? Jika anda tidak siap, sialahkan pikir pikirkan lagi anak adan ingin homeschooling atau tidak...

Terimakasih..
Bang Bara




Baca Juga