Banyak Tertawa, Bukan Ciri Ciri Orang Sukses !?

Banyak Tertawa, Bukan Ciri Ciri Orang Sukses !?

Assalamualaikum... men temen.

Pagi ini aku lihat video Pandji Pragiwaksono yang membahas soal Sense Of Humor orang Indonesia. Karena merasa penikmat Stand Up Comedy dan juga karena sering dikatain orang kalau aku itu orangnya selalu ga serius, suka banyak ketawa, video Pandji itu menginpirasiku untuk menuliskannya dalam blog ini.

Dalam video itu dia banyak ulas soal Sense Of Humor , ini menarik. Walau ada beberapa point aku kurang sependapat.

Baiklah, kita bahas Sense Of Humor  sekrang ya. Upst.. Tunggu dulu. Biar ga melebar, saya mau bahas Sense Of Humor  kaitannya dengan Kesuksesan.

Mengambil definisi dari Artikel Kajian Pustaka, Kepekaan humor (Sense Of Humor ) itu adalah kemampuan seseorang dalam merespon, mempersepsikan dan mengekspresikan suatu kejadian dengan melihat sisi hiburan, kesenangan, tertawa, candaan dan sejenisnya. Kepekaan humor merupakan kondisi multidimensi, dimana di dalamnya termasuk kemampuan untuk membuat humor, mengenali humor, mengapresiasikan humor, menggunakan humor sebagai mekanisme coping dan untuk mencapai tujuan sosial.

Menurut Martin (2007) ntah martin siapalah dalam artikel itu. Dia mengatakan, kepekaan humor dikonsepkan sebagai perilaku kebiasaan (kecenderungan untuk sering tertawa, untuk memberitahu lelucon dan menghibur orang lain dengan spontan, menertawakan humor dari produksi orang lain), kemampuan (untuk membuat humor, untuk menghibur orang lain, untuk mendapatkan lelucon, mengingat lelucon), sifat temperamen (kebiasaan kegembiraan dan jiwa bermain), respon estetika (kesenangan jenis tertentu dari bahan humoris), sikap (sikap positif terhadap humor dan orang-orang yang humoris), dan mekanisme pertahanan (kecenderungan untuk mempertahankan perspektif humor dalam menghadapi kesulitan).

Jadi, sense humor itu ada pada semua manusia ya. Namun kepekaan humornya yang berbeda beda. Atau sebenarnya bukan kadarnya yang berbeda, tapi bentuknya beda beda. Mungkin ini hal yang menarik di didiskusikan

Jadi, kembali kepada topik, apakah kepekaan humor menentukan kesuksesan? mengingat orang yang selera humor tinggi, maka dianggab orang yang tidak serius. Nah orang yang tidak serius ini tanda orang yang tidak profesional sering lalay dan tidak fokus. Dari kesuksesan itu jauh dari orang orang yang Sense Of Humor  tinggi itu jauh dari sukses. Setujukah anda dengan pernyataan itu?

Disisi lain, misalnya saja. Kita sering kita sering mendengar sebutan merendahkan Presiden Jokowi dan Gusdur karena dianggab presiden terlucu, presiden yang cengangas cengeges, ga berwibawa, identik dengan Sense Of Humor yang tinggi. Dari sini mereka sering dilai tidak profesional. Hal ini berbeda dengan presiden presiden lainya seperti SBY misalnya.

Ada fakta juga yang ku rasakan, dahulu waktu masih sekolah dan kuliah. Kerap saja selalu di antara petemenan ada tukang melucu atau hoby memplesetkan setiap kalimat kalimat yang jadi perbincangan.Kalau di antara pertemanan ku yang suka melucu itu relatif kurang pintar secara akademik. Termasuk aku juga sih...

Ya tapi apakah semua fakta di atas menjadi pembenaran bahwa ketidakseriusan yang identik suka melucu langkah awal kegagalan?

Oh ia, aku juga teringat dengan apa yang pernah disampaikan oleh seseorang di group WA ku. Dia mengatakan kepadaku. Kalau menulis itu, jangan terlalu banyak emotikon. Itu tanda tidak serius, menjatuhkan marwah kamu dan membuat kamu tidak dipercaya sama orang lain.

Ada yang juga pernah japri ke aku waktu itu aku memimpin sebuah forum. Dia mengatakan padaku, kamu ini jangan terlalu sering tertawa di atas podium atau cengengesan nanti mereka tidak menghormatimu dan tidak taat padamu.

Itulah kira kira fakta yang sering ku dapatkan soal rasa humor dan relevansinya dengan keseriusan dan kesuksesan.

Kalau aku mearasa sih, Kita di Indonesia ini kini sudah sulit membedakan yang serius dan mana yang humor. Disatu sisi banyak bahan tawa yang dipertontonkan publik figur, Disisi lain, ada banyak comedian yang membahas sesuatu yang sangat serius.

Jadi bagaimana pendapat anda? Silahkan tulis komentar anda dibawah ya..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Riwayat :

Kometar Seorang Temen Facebookku Adhwa Adzkiyya terhadap postingan ini :

Harus dipisahkan antara banyak tertawa, selera humor tinggi dan kemampuan menempatkan diri pada kondisi yang tepat. Ketiganya tidak saling berkaitan. Orang dengan selera humor tinggi (perlu dipertegas definisinya) tidak serta merta tidak bisa memposisikan dirinya dalam forum, ia bisa sangat serius dan fokus. Ada pula orang yang sering gagal membawa dirinya juga ternyata tak punya selera humor yang baik. Persoalan tertawa, ini bukan tentang suka atau tidak, tetapi perlu atau tidak perlu. Cukup kita ingat pesan Rasulullah dalam haditsnya tentang tertawa, bila berlebihan maka akan mengeraskan hati. Ada pula Umar yang berkata,


قال عمر رضي الله عنه: من كثر ضحكه قلت هيبته ومن كثر مزاحه استخف


"Barangsiapa yang banyak tertawa, maka akan sedikit wibawanya. Barangsiapa yang banyak guraunya, maka dengannya dia akan rendah."[HR. Baihaqi]

Apakah lalu tertawa/bercanda dilarang? Tentu tidak. Bisa dilihat dalam hadits ttg canda, bagaimana petunjuknya. Yang Rasulullah pesankan adalah bahwa dunia ini fana, permainan, sekedar tempat kita mampir, bukan kampung halaman kita yang sesungguhnya.. maka kita diminta agar berhati-hati dalam menanam dan mengumpulkan bekal. Jangan sampai kita "merasa aman" yang itu akan mengakibatkan kita "merasa takut" di akhirat kelak.