Siapa Pembuat Meme Klepon Tidak Islami Viral? Simak Penjelasanya

Siapa Pembuat Meme Klepon Tidak Islami Viral? Simak Penjelasanya

Skedar hipotesa kecil kecilan. Jangan bawa bapper ya. Dan hipotesa ini untuk mencerdaskan bukan untuk menambah viralnya klepon. Hipotesa untuk mencari siapa pembuat meme itu.

Hipotesa ini berawal dari tulisan Kak Oksa yang ada di facebook. Dalam judul, Kenapa Viral Klepon Tak Islami ?

Ilustrasi : Siapa Pembuat Meme Klepon Tidak Islami Viral? Simak Penjelasanya

Berikut kutipan tulisanya,


Klepon dan kurma itu tak selevel. Beda kasta. Jadi aneh kalau ada yang jualan kurma tapi menjelekkan klepon. Saat bulan puasa keduanya berdampingan, damai, dan akur. #apaseh.

Abu Ikhwan Aziz. Tak jelas siapa. Akunnya pun tak Ada. Kalau memang pebisnis kurma pasti dicari dimana-mana ada. Tapi di seluruh akun sosmed dan marketplace tak ada. Abu Duda saja ada. Namanya juga kalau di Indonesiakan jadi aneh. Ayahnya Saudara laki-laki Aziz. Ya siapa ayahnya Saudara laki-laki Aziz ? Sule? Sule mah temannya aziz gagap.

Maka saya menduga pernyataan klepon tak islami punya dua maksud. Tolong disimak yang di belakang, jangan main hp saja. ehh

Pertama, pengalihan isu. Dulu ada yang bilang bom panci, bom buku, dan lain-lain itu untuk mengalihkan isu. Ternyata kalau untuk mengalihkan isu gak perlu pakai bom. Cukup dengan klepon. Dan dhuar meledak di dalam mulut. #JadiPengenKlepon. Di negeri +62 semua cepat diviralkan, belum selesai sandal jepit dan masih basah kesedihan Lesti eh sudah ada yang baru lagi yang viral.

Kedua, ejekan untuk kaum muslimin. Ejekan? Maksud loh? Gini, kita kan sering dengar istilah tidak syar'i, tidak islami, sampai ke bid'ah. Nah tu orang yang buat, mau ngejek seakan bilang sekalian aja klepon dibilang kafir atau tak islami. Kenapa tak islami? Karena gak pakai peci dan kerudung. #GileAje. Intinya untuk menyindir umat Islam yang hari ini sedikit-sedikit mau yang islami. Sedikit-sedikit mau syariah. Kalau memang gitu, berarti yang bikin postingan itu ya tak suka pada tanda-tanda kebangkitan Islam.

Menarik kesimpulan dari point ke dua diatas. Bahwa aku sendiri sepakat bahwa ini imbasnya menjadi bentuk mengejek umat Islam.. Akibatnya ada satu harokah yang memang dinilai banyak kalangan kaku dalam berhukum Islam yang sedang tertuduh. Ya pun mereka juga yang sering banyak jualan kurma dan herbal. Pasti kalian bisa tebak sendiri lah.

Jika kak Oksa menilai bahwa yang memposting ini adalah mereka yang tidak suka pada tanda tanda kebangkita Islam. Bisa jadi demikian. Pasalnya nama nama kadrun (Kadal Gurun) sebutan untuk umat Islam yang dinilai kerasa kurang berakal dari mereka suah mulai di tarik tarik sebagai pembuat meme. Jadi opini kini bergulir pada siapakah yang membuat meme itu? banyak analisis spekuliatif didalamnya. apakah seperti yang disebut oleh kak Oksa bahwa mereka yang membuat adalah mereka yang tak suka dengan kebangkitan Islam atau memang ini tak sengaja?

Kalau saya ingin mengatakan, misalpun pelakunya jika tidak ada niatan mengejek Islam, maka dia tidak faham Islam. Padahal Islam mengajarkan kita untuk memahami hukum hukum perbuatan dalam Islam dan hukum hukum benda dalam Islam.

Maka tak heran jika para ulama merumuskan kaidah syar’iyyah (berdasarkan nash-nash al-Qur’an dan al-Sunnah):

الأَصْلُ فِي اْلأَفْعَالِ التَّقَيُّدُ بِحُكْمِ اللهِ

“Hukum asal perbuatan manusia adalah terikat dengan hukum Allâh.”


Oleh karena itu, seorang muslim wajib mengetahui pandangan Islam atas suatu perbuatan sebelum ia melakukannya apakah wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram dan berbuat sesuai dengan Islam.

Sementara itu, Ulama juga merumuskan kaidah syar'yah, Hukum asal benda adalah mubah selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.”

(العلم قبل العمل)


Syaikhul Ushuul ‘Atha bin Khalil menukil ayat-ayat ini tentang hukum benda, diantaranya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا


”Wahai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS. Al-Baqarah [2]: 168)


أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ


” Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi.” (QS. Al-Hajj [22]: 65)


Jadi dalam persoalan benda tidak ada istilahnya benda sunnah, benda, makruh, yang ada benda itu halal atau haram. Sementara untuk perbuatan terikat  pada 5 hukum Islam wajib, haram, sunah, makruh dan mubah.

Jadi kesimpulannya jika pelakunya memang ada, dan bukan diniatkan untuk melemahkan Islam maka bahwa pelakunya benar benar tidak faham hukum Islam hingga mampu merendahkan klepon karena disebut tidak Islami padahal sebenarnya tidak ada benda yang Islami atau tidak.  Sekali lagi sebodoh bodonya orang, atau setidak pronya dia pada Islam maka dia tidak akan mungkin mehinankan klepon.


Kebodohan dan keanehanitu hanya saja tidak akan viral jika tidak ada buzzer yang mengumpan isu itu. Jadi Sudahlah bodoh, sengaja memviralkan pula lagi. Kata kata apa yang pantas untuk mereka yang melakukan ini? 


Atau jikapun mereka tidak bodoh dan mereka faham soal hukum asal benda. Namun dengan naiknya isu ini mereka menjadi senang, dan mendafatkan atas meejek Islam itu? mereka adalah kelompok orang orang munafik yang dengan sengaja merusak syariat.

Syaikh 'Abdul-Qodir al-Jailani :

"Wahai Orang Munafiq, keraguan telah menggantung dalam hatimu, menguasai lahir dan batinmu. Gunakanlah tauhid dan keikhlasan dalam semua keadaan, maka kamu pasti sembuh dan masalahmu akan hilang. Namun, betapa seringnya kalian merobek-robek aturan syari'at, mengoyak baju besi ketaqwaan kalian, mengurai pakaian tauhid kalian, meredupkan cahaya iman kalian, dan kalian marah kepada-Nya dalam segala perbuatan dan keadaan kalian." (Syaikh 'Abdul-Qodir al-Jailani; Kitab Fathur-Robbani wa Faydhur-Rohmani; Bab.24)

Walllahualambissawab..