Viral Kasus Gilang Bungkus Kain Jarik, Ini Solusi Preventif Orang Tua dan Negara

Viral Kasus Gilang Bungkus Kain Jarik, Ini Solusi Preventif Orang Tua dan Negara

Indonesia di hebohkan dengan viralnya berita Predator seksual Kain Jarik Gilang. Bukan Gilang Dirga artis yang terkenal itu ya, tapi Gilang nama yang disebut Twitter mufis @m_fikris yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual melalui media Kain Jarik. Pelecehan yang dialaminya tidak dilakukan secara langsung. Namun melalui foto dan video yang tidak wajar.

Viral Bungkus Kain jarik Gilang
Foto Ilustrasi : Gilang Bungkus Kain Jarik


Sebagai muslim dan orang tua, tentu saja dada kita merasa nyesak lihat kabar ini. Betapa parahnya ulah anak jaman sekarang. Modus pelecehan kepada kaum hawa kian hari kian beragam. Walau pihak kepolisian sudah melakukan tindakan cepat dengan membuka hotline aduan, dan pihak Universitas Airlangga sebagai Univerisitas yang di akui Gilang sebagai tempatnya belajar juga sudah membukan kontak aduan, namun persoalan ini tentu saja tidak selesai begitu saja.

Butuh ada tindakan Preventif dari orang tua, lingkungan dan negara agar kejadian kejadian semisal ini tidak terjadi lagi.

Paling tidak kami dalam kesempatan ini memberikan tips secara syar'i (Islam) untuk ayah dan Ibu agar anak anak kita terlindungi dari tindakan pelecehan seperti ini.

1. Ajarkan Anak Tentang menutup Aurat sejak dini, secara ketat.
Sebenarnya menutup aurat itu jika bukan tuntutan syariat sangat mudah dilakukan. Ini seperti kebiasaan. Ada yang orang biasa pakai kaos atau tidak. Ada orang yang biasa pakai topi atau tidak. Ada juga orang pakai kemeja atau tidak. Jadi berpakaian adalah sebuah kebiasaan yang mudah di laksanakan. Jadi tidak ada yang sulit untuk mengajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini. Tinggal membiasakannya saja. Nah, apalagi jika motivasi orang tua untuk mengajarkan menutup aurat pada anaknya adalah motivasi syari tuntutan syariah, maka sesunggunya itu sangat lebih memungkinkan anak anak akan terbiasa menutup aurat dan malu jika tidak menutupnya.

2. Orang tua membangun akidah Islam pada anak sejak usia dini dan menyiapkan anak untuk taat semata-mata kepada Allah swt,menerima semua syariah Allah dan menerapkannya dalam amal. Orang tua memberikan pendidikan tentang Fiqh  Thaharah yang terkait dengan perkara najis dan hadast besar dan kecil, dan cara-cara bersuci semisal cebok,wudhu dan mandi.

3. Orang tua mengajarkan syariah ijtima;iyyah seputar interkasi laki-laki dan perempuan, tentang pertemuan laki-laki dan perempuan dan interaksi yang muncul dari pertemuan tersebut misal larangan khalwat (berdua-duaan),larangan ikhtilath (bercampur baur),wajib ghaddul bashar (menundukkan pandangan),larangan membuka aurat dan perintah wajib berjilbab ketka keluar rumah.

Memang hal ini tidak mudah,  upaya orant tua ini harus didukung oleh masyarakat yang anti kemaksiatan dan anti kejahatan seksual dengan amar ma’ruf nahyi munkar,saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran.

Baca Juga : Ponsel Pinjaman untuk Sekolah dan Tangis Ibu Tak Bisa Beli HP

Nah pilar yang paling utama dalam menghapus kejahatan seksual adalah negara.Negara harus menegakkan sistem pergaulan yang islami di tengah-tengah masyarakat dan memberlakukan sangsi bagi rakyat yang melanggarnya.

1. Negara harus meniadakan segala yang berbau rangsangan seksual baik pornografi maupun pornoaksi.
2. Senantiasa menerapkan kehidupan terpisah antara laki-laki dan perempuan di kehidupan umum dan larangan khalwat.
3. Memerintahkan seluruh rakyat bertakwa kepada Allah swt
4. Memerintahkan rakyatnya untuk menundukkan pandangan
5. Memerintahkan rakyat menjauhi tempat-tepat syubhat.
6. Mendorong pemuda untuk segera menikah dan larangan berzina
7. Jika pemuda belum sanggup menikah,diperintahkan untuk menjaga ‘iffah (menjaga kehormatan)
8. Memerintahkan kepada wanita agar berjilbab dan berkhimar ketika keluar rumah
9. Melarang para wanita bertabarruj , mengeksploitasi tubuhnya dalam pekerjaan

Tentu saja semua hal di atas tidak mudah di lakukan, namun hal itu bisa dilakukan asal ada kemauan. Kemauan orang tua dalam mendidik anaknya, kemauan masyarakat untuk membangun sistem sosial yang Islami, dan kemaun negara agar tidak materialisme. Karena jika negara masih materialisme memikirkan kepentingan uang di atas segala galanya semuanya harus berfikir soal untung rugi, bukan soal halal haram maka negara pasti tidak mampu untuk melakukan hal hal di atas. Tidak lain jika mau negara melakukan hal demikian negara harus menerapkan sistem Islam.

Wallahualam