Keutamaan dan Amalan Hari Tasyrik Idul Adha

Hari ini tepat tanggal 3 Agustus 2020 adalah puncak hari Tasryik. Dalam kalender Hijriah, hari tasyrik itu bertepatan pada tanggal  10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau pada tahun ini 1,2,3 Agustus 2020.

Padah hari Tasyrik ini, tepatnya hari ke tiga hari tasyrik tersebut, umat Islam diharamkan berpuasa. Karena hari ini adalah hari puncak kegembiraan dalam Idhul Adha. Umat Islam dianjutkan untuk berbagi hewan qurban. Magrib tanggal 3 Agustus ini adalah hari terakhir umat Islam bertakbiran dan hari terakhir syariat Qurban dilaksanakan. Karena perubahan hari dan tanggal bagi umat Islam bukan pada malam hari pukul 24.00, melainkan waktu magrib.

Hari Tasryik Idhul Adha 2020
Hari Tasyrik
Sementara itu, untuk Jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji, hari tasyrik ini mereka sedang melakukan 2 aktivitas wajib haji. Yakni, bermalam di mina dan melempar 3 jumrah. Yakni Ula, Wustha dan Aqabah setleh lungsur matahari.

Selain bermalam di Mina, Jamaah haji yang saat ini sedang berada di tahan suci juga merinkas shalatnya atau qasar menjadi dua rakaat pada waktu masing masing, dan tidak boleh mengumpulkan salah dalam satu  waktu.

Namun walaupun hari ini adalah hari terakhir Idhul Adha namun Tidak boleh bagi orang yang sedang beribadah haji keluar menuju Jeddah pada hari ini. Jika diantara jamaah haji ada yang ingin Membeli binatang korban wajib (hadyu) di luar batas tanah suci, seperti Jeddah atau lainnya boleh saja. Yang tidak boleh adalah menyembelihnya di luar perbatasan tanah suci, hal itu tidak boleh. Barangsiapa yang menyembelih hadyu di luar tanah suci, maka kambing korbannya adalah syatu lahm (kambing sedekah biasa) tidak menggu-gurkan korban wajibnya dan ia tetap dianggap sebagai orang yang belum membayar hadyu. Sebab Allah berfirman,

 هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ. 


 “Sebagai Hadyu yang dibawa sampai ke Ka’bah.”

حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ.   


“Sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya.”
( Ibnu Baz: Fatawa tata’llaqu bi ahkamil hajji wal umrah waz ziyadah, hal. 85.)

Amalah Yang di Anjurkan Allah di Hari Tasyrik 


Amalah yang disunnahkan di hari tadzrik ini adalah perbanyak berzikir dengan membaca salah satunya kalimat Takbir.

ALLAH berfirman dalam surat Al Baqarah 203, Ingatlah Allah pada hari-hari yang terbilang. Abdullah bin Umar radliyallahu anhuma dan mayoritas ulama menyebutkan bahwa hari-hari yang terbilang dalam ayat tersebut adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha.

Baca Juga : Hukum Hukum Terkait Hewan Qurban

Adapun Abdullah bin Abbas radliyallahu anhuma dan Atha rahimahullah menyebutkan bahwa hari-hari yang terbilang pada ayat tersebut adalah tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan agar kita berdzikir kepada Allah pada hari-hari yang terbilang. Pada dua pendapat yang ada, keduanya

menyebutkan tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha termasuk sebagai hari-hari yang terbilang yang disebut ayat di atas. Maka dalam hal ini tidak ada perselisihan untuk memperbanyak dzikir pada hari 3 hari setelah Idul Adha ini.


Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Hari Raya Idul Adha), kemudian hari al qarr,. (HR Abu Daud). Hari al qarr adalah hari kedua setelah hari raya qurban. Dan ia adalah hari tasyrik.

Dari ayat dan hadits tersebut kita mendapati bahwa Hari Tasyrik memiliki keutamaan. Hal ini karena Allah menyebutkannya dan memerintahkan kaum muslimin secara khusus untuk memperbanyak berdzikir. Salah satu bentuk dzikir adalah dengan bertakbir, bertahlil, dan bertahmid. Atau takbiran.

 Allah SWT menjanjikan pahala yang berlimpah bagi umatnya yang banyak melakukan amalan baik di hari Tasyrik. Amalan yang dapat dilakukan di hari Tasyrik diantaranya adalah berkurban, mengumandangkan takbir, berzikir, bersedekah, membaca Alquran, dan memperbanyak salat sunah.

Walllahualam

Baca Juga