Aqidah Islam, Mengimani Tingkatan Surga Dan Pintu-Pintu Masuknya

Aqidah Islam, Mengimani Tingkatan Surga Dan Pintu-Pintu Masuknya


بسم الله الرحمن الرحيم



Aqidah Islam, Mengimani Tingkatan Surga Dan Pintu-Pintu Masuknya


Oleh : Tommy Abdillah

(Founder Majelis Ulin Nuha) 


Saat ini kita masih melanjutkan pembahasan Aqidah Islam tentang mengimani tingkatan surga dan pintu-pintu memasukinya. Pasca huru hara hari kiamat yang super dahsyat. Lalu Allah membangkitkan seluruh manusia kembali untuk dikumpulakan di Padang Mahsyar. 


Suatu tempat yang amat luas untuk mengadili perbuatan manusia dengan seadil-adilnya dan membalasinya. Apakah dengan balasan neraka ataukah dengan surga. Setelah orang-orang beriman melewati fase perhitungan amal perbuatan dan penimbangan amal (mizan) maka bagi yang selamat yaitu bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa maka mereka digiring kedalam surga Allah. 


وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ (73) 


Artinya : "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu, sedangkan pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedangkan kamu kekal di dalamnya.”(QS. Az-zumar : 73).


Al-imam Ibnu Katsir rahimahullahu menafsirkan ayat diatas, Ini menceritakan keadaan orang-orang yang bahagia, yaitu orang-orang yang mukmin, pada saat mereka digiring dengan berkendaraan sebagai perutusan yang terhormat untuk dimasukkan ke dalam surga secara berombong-rombongan, yakni gelombang demi gelombang. 


Golongan yang pertama masuk adalah kaum Muqarribin, lalu kaum Abrar, kemudian orang-orang sesudah mereka, lalu menyusul golongan sesudah mereka lagi. Masing-masing rombongan digabungkan bersama orang-orang yang setara kedudukannya, yaitu para nabi dengan para nabi, kaum siddiqin bersama orang-orang yang setara dengan mereka, para syuhada bersama orang yang sejenis dengan mereka, dan para ulama bersama teman-temannya, setiap golongan bersama gelpngan yang setingkat satu sama lainnya.



Nama Dan Tingkatan Surga


Surga memiliki banyak tingkatan dan macamnya sesuai dengan tingkatan amal ibadah seorang hamba. Semakin tinggi derajat seorang hamba disisi Allah SWT maka semakin mulia balasannya kelak disurga yaitu bersama para Nabi dan Rasul Allah. 


Allah SWT menjelaskan nama-nama surga didalam Al-Qur’an di antaranya :


1. Darussalam (QS.Al-an'am: 1-17)


2. Darul Muttaqin (QS. An-Nahl: 30)


3. Darul Muqamah. (QS. Fathir: 35)


4. Jannatu An-na'im, (QS. Yunus : 26)


5. Jannatul Khuldi. (QS. Al-Furqan: 15)


6. Jannatun 'Aliyah. (QS. Al-Haqah: 22 & Al-Ghasiyah:10)


7. Jannatul Firdaus. )$(QS. Al-Kahfi:107 & Al-Mukminun:11)


8. Jannatul Ma'wa. (QS. An-Najm:15).


Jenis-Jenis Pintu Surga


Dengan banyaknya tingkatan surga maka pintu memasukinya juga bermacam-macam sesuai dengan kuantitas dan kualitas amal ibadah seorang hamba. Rasulullah SAW bersabda,


مَن أنْفَقَ زَوْجَيْنِ مِن شيءٍ مِنَ الأشْياءِ في سَبيلِ اللَّهِ، دُعِيَ مِن أبْوابِ، – يَعْنِي الجَنَّةَ، – يا عَبْدَ اللَّهِ هذا خَيْرٌ، فمَن كانَ مِن أهْلِ الصَّلاةِ دُعِيَ مِن بابِ الصَّلاةِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الجِهادِ دُعِيَ مِن بابِ الجِهادِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِن بابِ الصَّدَقَةِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصِّيامِ دُعِيَ مِن بابِ الصِّيامِ، وبابِ الرَّيّانِ


Artinya : "Siapa yang berinfaq sedikit saja untuk dua kendaraan di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, wahai hamba Allah ini adalah hasil kebaikanmu. 


Jika ia ahli shalat, maka akan dipanggil dari babus shalah (pintu shalat), jika ia ahli jihad maka akan dipanggil dari babul jihad (pintu jihad), jika ia ahli sedekah maka akan dipanggil dari babus shadaqah (pintu sedekah), jika ia ahli puasa maka akan dipanggil dari pintu puasa atau babur rayyan (pintu ar Rayyan)” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no.1027).


Al Qadhi ‘iyadh rahimahullah mengomentari hadits ini:


ذكر مسلم في هذا الحديث من أبواب الجنة أربعة، وزاد غيره بقية الثمانية، فذكر منها: باب التوبة، وباب الكاظمين الغيظ، وباب الراضين، والباب الأيمن الذي يدخل منه مَن لا حساب عليه


Artinya : “Imam Muslim dalam hadits ini menyebutkan 4 pintu surga, kemudian beliau menyebutkan 4 sisanya. Diantaranya: babut taubah (pintu taubat), babul kazhiminal ghaizha (pintu menahan marah), babur radhiin (pintu ridha), dan babul ayman (pintu kanan) yang dimasuki oleh orang yang masuk surga tanpa hisab.”(Kitab At Tadzkirah bi Ahwalil Mauta wal Akhirah, 16/183).


Penutup


Surga Allah dengan keni'matan tiada tara yang bersifat kekal abadi adalah balasan dari Allah ta'ala terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa. 


Hakekat ibadah dengan tunduk dan taat kepada Allah secara totalitas bukan semata-mata mengharapkan surga-Nya akan tetapi mengharapkan ridha Allah semata. 


Semoga Allah menghindarkan kita semua dari azab siksa neraka dan dimasukkan ke dalam surga-Nya dengan ridha-Nya. Aamiin yaa Allah yaa rabbal'alamin..