Bukti Otentik Al-Qur'an Kalam Allah


Bukti Otentik Al-Qur'an Kalam Allah

Oleh : Tommy Abdillah (Founder Majelis Ilmu Ulin Nuha)

Sejak awal kedatangan Islam di kota Makkah Jazirah Arab pada tahun 610 masehi yang dibawa oleh penutup para Nabi dan Rasul (Khatama nabiyyin) Al-musthafa Muhammad SAW,  orang-orang kafir Quraish sudah menolak Al-Qur'an sebagai wahyu Allah. Perlahan tapi pasti dakwah Rasulullah menampakkan hasil satu persatu tokoh Quraish memeluk Islam seperti Umar bin khattab r.a.

Tokoh kafir Quraish seperti Abu jahal dan Abu lahab sangat khawatir akan perkembangan Islam di Makkah hingga mereka berpesan kepada tokoh lainnya seperti Thufail bin amar agar jangan berbicara dengan Nabi Muhammad SAW. Jangan dengarkan apa yang dia katakan. Dia memiliki kata-kata layaknya sihir, memisahkan ayah dengan anak, menjauhkan saudara satu dengan saudara lain, serta menceraikan istri dengan suami. Akhirnya Thufail bin amr mendapatkan hidayah Allah dengan memeluk aqidah Islam karena ia meyakini bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah. 

Saat ini tidak sedikit manusia yang menolak kebenaran dan keotentikan Al-Qur'an. Para orientalis sejak abad pertengahan yang fokus mengkaji tentang studi dunia timur dan Islam membuat keragu-raguan kepada kaum muslimin bahwa Al-Qur'an bukanlah wahyu Allah. Belum lagi kiprah orang-orang misionaris dan kalangan intelektual liberal ingin mendistorsi ajaran Islam dengan menggugat otensitas dan originalitas Al-Qur'an sehingga Al-Qur'an tidak dijadikan sebagai sumber hukum Islam dan pedoman hidup orang-orang yang beriman. 

Makna Al-Qur'an


Al-Qur’an secara bahasa adalah mashdar dengan wazan فعلان seperti شكران dan kata Al-Qur'an adalah kata yang berasal dari bentuk yang Lam Fi'il nya ada hamzah

قراء - يقراء- قراءة وقرانا

Artinya membaca atau bacaan.(Ref : Syaikh Muhammad Ali Hasan, Al-manaar fii 'ulumi Al-Qur'an hal 4).

Menurut Syaikh Wahbah Al-zuhayli rahimahullahu bahwa Al-Qur'an adalah :

هو كلام الله تعالى المنزل على رسول الله صلى الله عليه وسلم بللسان العربي للا عجاز باقصر صورة منه. المكتوب في المصاحف المنقول بالتواتر المتعبد بتلاوته المبدوء بسورة الفاتحة المختوم بسورة االناس. 

Dia (Al-Qur'an) adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah SAW dengan bahasa Arab, mengandung mukjizat meskipun dengan suratnya yang terpendek terdapat didalam mushaf yang diriwayatkan secara mutawatir, membacanya ibadah, dimulai dengan surat Al-fatihah dan diakhiri dengan surat An-nas. (Ref : Kitab Ushul al-fiqh al-islami, Daar Al-fikr, juz 1, hal 420).

Kalamullah merupakan mukzijat berarti didalamnya tidak memasukkan perkataan selain perkataan (kalam) Allah baik berasal dari kalangan jin,  malaikat,  Nabi maupun rasul sehingga tidak termasuk didalamnya hadist qudsi dan hadist Nabi. 

Al-Qur'an memiliki tipe uslub yang khas, susunannya tidak sama dengan susunan syair (puisi) yang bersifat mauzun muqaffa (dalam timbangan tertentu dan bersajak). Bukan pula seperti susunan natsar (prosa) yang bersifat benas tanpa sajak. Al-Qur'an juga bukan berbentuk natsar muzdawij (prosa berpasangan) atau natsar muqaffa (prosa bersajak). Uslub Al-Quran berdiri sendiri yang tidak dikenal oleh orang-orang Arab dan tidak diketahui mereka sebelumnya. 

Kandungan Al-Qur'an


Isi kandungan Al-Qur'an dapat diklasifikasikan ke dalam tiga pembahasan pokok yaitu: 

1. Pembahasan mengenai prinsip-prinsip aqidah (keimanan).

2. Pembahasan yang menyangkut prinsip-prinsip ibadah (Hablu minallah) 

3. Pembahasan yang berkenaan dengan prinsip-prinsip syariat dan mu'amalah.(Hablu minannaas) 

Dilihat dari sifatnya, Manna al-Qatthan menyebutkan, bahwa al-Quran bersifat Nur (cahaya), Huda (pemberi petunjuk), Syifa (penyembuh), Rahmat (rahmat), Mau-fuhah (nasihat), Mubarak (penuh barokah), Mubin (nyata, penjelas), Busyro (membawa berita gembira), Azlu (tidak terkalahkan), Majid (mulia), dan Nadzir (membawa berita duka).
Selain nama-nama al-Qur’an di atas, terdapat juga nama-nama lain, yaitu; Habhm (ikatan), shirath al-Mustaqiim (jalan lurus), Qayyiman (penegak), ‘Aliyun ( yang Tinggi), Qaolan (firman).

Bukti Otentik Al-Qur'an Wahyu Allah


Syaikh Taqiyuddin An-nabhani rahimahullahu menjelaskan bahwa mengenai bukti bahwa Al-Qur'an itu datang dari Allah dapat dilihat dari kenyataan bahwa Al-Qur'an adalah sebuah kitab berbahasa Arab yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Dalam menentukan dari mana asal Al-Qur'an akan kita dapatkan tiga kemungkinan yaitu :

1. Al-Qur'an karangan orang Arab

2. Al-Qu'ran karangan Nabi Muhammad SAW

3. Al-Qur'an berasal dari Allah SWT.

(Ref : Kitab Nidzamul Islam hal 18)

Bantahan Rasional Dan Hujjah Dalil


1. Mengenai pernyataan pertama bahwa Al-Qur'an adalah karya dan karangan orang Arab tidak dapat diterima secara rasional dan keyakinan sebab Allah sendiri telah menantang orang-orang kafir untuk membuat karya yang serupa dengan Al-Qur'an. Meskipun hanya satu surat ataupun ayat yang pendek dengan berkoalisi dan bersinergi antara manusia dan jin tapi mereka tak sanggup. Padahal orang-orang Arab dikenal menguasai ilmu balagha sastra Arab. Allah SWT berfirman, 

{وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نزلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (23) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ (24) }

Artinya : "Dan jika kalian (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah, jika kalian orang-orang yang memang benar. Maka jika kalian tidak dapat membuat(nya) dan pasti kalian tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah diri kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir."(QS. Al-Baqarah : 23-24).

2. Mengenai argumentasi bahwa Al-Quran adalah karya dan karangan Nabi Muhammad SAW juga tertolak secara rasional dan hujjah dalil. Rasulullah SAW adalah orang Arab juga. Bagaimana pun jeniusnya tetap ia sebagai manusia yang menjadi salah satu anggota dari masyarakat atau bangsanya. Apalagi Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang tidak mampu untuk membaca dan menulis (ummi). Allah SWT berfirman, 

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

Artinya : "Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).”(QS. Al-Ankabut: 48)

Imam As-syaukani rahimahullahu menyebutkan, “Seandainya Nabi Muhammad SAW adalah orang yang mampu membaca dan menulis tentu orang-orang akan berkata bahwa ajaran beliau hanyalah dari hasil membaca kitab-kitab Allah yang ada sebelumnya. (Ref : Kitab Fath Al-Qadir, 4: 273).

Selama seluruh bangsa Arab tidak mampu menghasilkan karya serupa maka masuk akal pula apabila Rasulullah SAW tidak mampu menghasilkan karya yang serupa karena hal itulah jelas bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi Muhammad SAW. 

3. Apabila telah terbukti bahwa Al-Qur'an itu bukan karangan bangsa Arab dan bukan pula karangan Nabi Muhammad SAW berarti Al-Qur'an adalah kalamullah yang menjadi mukjizat bagi yang membawanya. 

Penutup


Jelaslah bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dan firman Allah SWT yang wajib diimani, diamalkan, didakwahkan oleh orang-orang yang beriman. Al-Qur'an bukan karya orang Arab bukan pula karya Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an tetap terjaga otensitas dan originalitasnya sebagai wahyu Allah sampai hari kiamat kelak karena Al-Qur'an tidak dapat dialih bahasakan ke bahasa lain selain bahasa Arab sebagaimana injil hari ini. Al-Qur'an juga tidak dapat dipalsukan, dikurangi dan ditambahkan walaupun satu huruf apalagi satu surat. Allah SWT berfirman, 

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Artinya : "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjaganya."(QS. Al-Hijr : 9).

Wallahu a'lam
Baca Juga