Keutamaan Amal Ibadah Wudhu

Keutamaan Amal Ibadah wudhu

Oleh : Tommy Abdillah (Founder Majelis Ilmu Ulin Nuha)

Rasulullah SAW senantiasa memberikan targhib (motivasi) kepada para sahabat-sahabatnya yang mulia dan ummatnya untuk dapat melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Meskipun terkadang situasi dan kondisinya dalam keadaan sulit seperti cuaca ekstrim yang dingin ataupun panas.

Mengambil air wudhu' adalah salah satu perintah yang disyari'atkan oleh Allah SWT. Wudhu' merupakan bukti keimanan yang tak terlihat secara kasat mata tapi dikerjakan dengan penuh keikhlasan. Mirip dengan orang yang menunaikan ibadah puasa, tidak ada orang yang menjaga wudhunya kecuali karena alasan keimanan kepada Allah ta'ala.


Makna Wudhu'

Menurut bahasa kalimat wudhu’ apabila dibaca dengan (أَلْوُضُوْءُ) yaitu dengan di dhammahkan huruf waw nya adalah perbuatan berwudhu’. Dan apabila difathahkan waw nya, maka (أَلْوَضُوْءُ) ia bermaksud air wudhu’.

Wudhu’ menurut syara adalah :  Menggunakan air bersih (suci lagi mensucikan) untuk membasuh anggota-anggota tertentu yang telah ditetapkan oleh syara.

Syari'at wudhu' terkandung sebuah hikmah yang mengisyaratkan kepada kaum muslimin bahwa hendaknya seorang muslim memulai amal ibadah dan kehidupannya dengan kesucian lahir dan bathin. Sebab asal kata wudhu sendiri berasal dari kata kata  الحسن والنظافة Yang bermakna kebersihan dan keindahan.


Syari'at Wudhu'


Mengambil air wudhu' merupakan perkara yang disyari'atkan oleh Allah SWT. Secara syar'i, wudhu' ditujukan untuk menghilangkan hadast kecil agar sah dalam menjalankan ibadah khususnya ibadah shalat bahkan tanpa wudhu' ibadah shalatnya tidak sah dan tidak diterima oleh Allah SWT. Kaum muslimin diperintahkankan oleh Allah SWT berwudhu' minimal 5 kali dalam sehari semalam, yaitu ketika hendak mendirikan shalat fardhu 5 waktu. Allah SWT berfirman :

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."(QS. Al-Maidah : 6).

Walaupun demikian kita juga dianjurkan untuk berwudhu tidak hanya ketika hendak mendirikan shalat namun juga ketika hendak melakukan amalan-amalan ibadah lainnya seperti ketika hendak membaca Al-Qur’an, mengikuti pelajaran ataupun pengajian majelis ilmu, majelis zikir, ketika hendak memasuki masjid termasuk juga ketika hendak beranjak tidur.

Menjaga Amalan Wudhu'

Menjaga wudhu' merupakan hal yang mudah untuk dilakukan tapi perlu dilatih untuk istiqomah dalam mengamalkannya. Amalan wudhu' memiliki banyak keutamaan,  diantaranya :

1. Menghapuskan dosa-dosa kecil

Sebuah riwayat hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu : 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ». قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ ».


Artinya : "Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang dengannya Allah akan menghapuskan dosa-dosa dan menaikkan derajat ?” Para shahabat menjawab: “Mau, wahai Rasulullah !” Beliau bersabda: ”Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak langkah ke masjid dan menunggu shalat berikutnya setelah melakukan shalat. Maka itulah yang dinamai ribath (berjaga-jaga di garis perbatasan)”. (HR. Ahmad II/303 no.8008, Muslim I/219 no.251).

Al-imam An-Nawawi rahimahullahu mengatakan, yang dimaksud dengan isbaghul wudhu' adalah menyempurnakannya. Adapun yang dimaksud kondisi yang tidak menyenangkan adalah dingin yang sangat menusuk, luka yang ada di badan dsb.” (Ref : Syarh Muslim, Jilid 3 hal 41, cet. Dar Ibn Al-Haitsam).

2. Menjadi cahaya dihari kiamat

إنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيَامَةِ غُرَّا مُحَجَّلينَ مِنْ آثَارِ الوُضُوءِ ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ  متفقٌ عَلَيْهِ .

Artinya : “Sesungguhnya umatku pada hari kiamat akan dipanggil dengan cahaya putih berseri-seri (di wajah dah kaki) karena bekas wudhu, maka barangsiapa yang ingin memperlebar cahayanya, hendaklah ia melakukannya (memperbanyak wudhu)”.(HR. Bukhari Muslim).

3. Penghantar Menuju Surga

Terdapat keutamaan yang lain bagi seorang mukmin yang senantiasa menjaga wudhu' nya. Sebuah riwayat hadist Dari Abu Hurairah r.a, bahwasannya Nabi SAW pernah bersabda kepada Bilal bin rabah r.a selepas shalat Shubuh : Ceritakan kepadaku satu amalan yang paling engkau andalkan dalam Islam karena pada suatu malam aku pernah mendengar suara terompahmu (Sandal) berada di pintu surga, Bilal berkata : Setiap aku berwudhu, kapan pun itu, baik siang maupun malam, aku selalu melakukan shalat dengan wudhu tersebut."(HR.Bukhari)

Penutup

Semoga kita mampu untuk menjaga amalan wudhu' sehingga selalu terjaga dari menyentuh seseorang yang bukan muhrim, suci dari hadast dan najis. Wallahu a’lam

Baca Juga